Beranda » info » Proses Pembentukan Tulang Keras

Proses Pembentukan Tulang Keras

T Diposting oleh pada 4 March 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 566 kali

Proses Pembentukan Tulang Keras Proses ini juga bisa disebut osifikasi, proses dimana tulang baru diproduksi, penulangan dimulai sekitar bulan ketiga kehidupan janin pada manusia dan selesai pada akhir masa remaja. Proses ini memakan waktu dua bentuk umum, satu untuk tulang kompak yang membuat sekitar 80 persen dari kerangka dan tulang cancellous termasuk bagian dari tengkorak, tulang belikat, dan ujung-ujung tulang panjang.

proses pembentukan tulang keras

proses pembentukan tulang keras

Proses Pembentukan Tulang Keras (Osifikasi)

Osifikasi adalah perubahan tulang rawan menjadi tulang keras atau perbaikan tulang yang rusak, proses ini terbentuk di dalam perikondrium. Proses osifikasi di mulai dengan terbentuknya sel-sel osteoblas yang terdapat dalam kartilago sedangkan kartilago tersusun dari sel-sel mesenkim, yakni sel-sel pembentuk tulang.

Rincian Pembentukan Tulang Keras

  • Manusia memiliki rangka tubuh ketika dalam tahap perkembangan embrio.
  • Rangka tubuh dalam masa embrio masih berupa tulang rawan (kartilago) yang terbentuk dari sel-sel mesenkim.
  • Di dalam kartilago tersebut terdapat osteoblas yang merupakan sel-sel pembentuk tulang keras.
  • Osteoblas akan mengisi jaringan sekelilingnya dan membentuk osteosit (sel-sel tulang).
  • Sel-sel tulang dibentuk secara konsentris (dari arah dalam ke luar).
  • Setiap sel-sel tulang akan mengelilingi pembuluh darah dan serabut saraf, membentuk sistem Havers.
  • Selain itu, di sekeliling sel-sel tulang ini terbentuk senyawa protein pembentuk matriks tulang yang akan mengeras karena adanya garam kapur dan garam fosfat.
  • Di dalam tulang terdapat sel-sel osteoklas.
  • Sel-sel ini berfungsi menyerap kembali sel tulang yang sudah rusak dan dihancurkan.
  • Adanya aktivitas sel osteoklas menyebabkan tulang memiliki rongga.
  • Rongga ini kelak akan berisi sumsum tulang.
  • Osteoklas membentuk rongga sedangkan osteoblas terus membentuk osteosit baru ke arah permukaan luar.
  • Dengan demikian, tulang akan bertambah besar dan berongga.

Proses Osifikasi terbagi menjadi 2 yaitu :

  • Proses Pembentukan Tulang Keras Intramembranosa – Osifikasi Intramembranosa

proses-pembentukan-tulang-keras

Osifikasi Intramembranosa

Osifikasi Intramembranosa terjadi ketika membran menyerabut digantikan oleh jaringan tulang. Proses ini, yang hanya terjadi pada tulang pipih tertentu, diringkas dalam dua langkah dasar:

  1. Tulang spons mulai berkembang di tempat-tempat di dalam membran yang disebut pusat osifikasi.
  2. Sumsum tulang merah terbentuk di dalam jaringan tulang spons, diikuti oleh pembentukan tulang padat di luarnya.
  • Proses Pembentukan Tulang Keras Endokondrium – Osifikasi Endokondrium

proses-pembentukan-tulang-keras

Osifikasi Endokondrium

Osifikasi Endokondrium terjadi ketika tulang rawan hilain digantikan oleh jaringan tulang. Proses ini, yang terjadi pada sebagian besar tulang tubuh, mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Pada pusat osifikasi primer, di pusat model tulang rawan, tulang rawan hialin pecah, membentuk rongga.
    Kuncup periosteum yang terdiri atas osteoblas, osteoklas, sumsum merah, saraf, serta pembuluh darah limfa, memasuki rongga.
  2. Osteoblas menghasilkan jaringan tulang spons.
  3. Rongga medula terbentuk ketika osteoklas memecahkan jaringan tulang spons yang baru terbentuk.
  4. Rongga medula semakin membesar saat rongga tersebut mengikuti penyebaran pusat osifikasi primer ke bagian ujung tulang.
  5. Jaringan tulang padat menggantikan tulang rawan di bagian luar tulang.
  6. Di dalam tulang panjang, pusat osifikasi sekunder terbentuk di epifisis. Sama seperti pada batang, kuncup periosteum terbentuk. Akan tetapi jaringan tulang spons yang nantinya berkembang tidak digantikan oleh rongga medula.
  7. Tulang rawan persendian dibentuk dari tulang rawan yang tersisa di luar epifisis.
  8. Lempeng epifisis dibentuk dari tulang rawan yang tersisa di antara pusat perkembangan osifikasi primer dan sekunder yang membesar.

Belum ada Komentar untuk Proses Pembentukan Tulang Keras

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Proses Pembentukan Tulang Keras

Kalsium Untuk Tulang

Kalsium untuk Tulang

T 5 May 2017 F A elemen

Kalsium untuk tulang – Mineral kalsium membantu otot, saraf, dan sel Anda bekerja normal, tubuh Anda juga membutuhkan kalsium (dan juga fosfor) untuk membuat tulang sehat. Tulang juga merupakan tempat penyimpanan utama kalsium dalam tubuh, simak selengkapnya. Apa Itu Kalsium? Dilansir... Selengkapnya

Faktor Apa Saja Yang Bisa Membuat Tubuh Seseorang Tumbuh Tinggi?

T 30 January 2017 F A elemen

Faktor genetik selalu yang paling utama dalam menentukan seseorang dapat tumbuh tinggi atau tidak, walaupun memang tidak dapat selalu menjadi patokan. Bila orang tua tinggi, anak-anaknya pun akan cenderung ikut tinggi juga mengikuti postur ayah dan ibunya, meski ada juga... Selengkapnya

Apa-itu-osteogenesis-imperfecta

Apa Itu Osteogenesis Imperfecta ?

T 12 April 2017 F A elemen

Apa Itu Osteogenesis Imperfecta ? – Apakah anda termasuk orang-orang yang bertanya-tanya tentang hal itu, disini kami akan mencoba memaparkan jawabannya berdasarkan studi para ahli, untuk informasinya simak selengkapnya. Apa Itu Osteogenesis Imperfecta ? Pengertian Osteogenesis Imperfecta Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kelainan... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada pertanyaan? Silahkan hubungi Customer Service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap seputar eLeMeN.

Cek Kiriman

Kantor Pusat

Sukawargi Belakang Bank Mandiri Pasar Cikurubuk Cihideung Kota Tasikmalaya Jawa Barat Indonesia 46126 HP/SMS: 082216081805